Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membaca Al Qur'an Sambil Menangis


Suatu ketika Nabi SAW berkata kepada Abdullah bin Mas'ud ra, "Bacalah al Qur'an untukku."

Maka aku menjawab, "Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al Qur’an untukmu, bukankah Al Qur’an diturunkan kepadamu?"

Nabi SAW bersabda, "Aku suka mendengarnya dari selainku."

Lalu aku membacakan untuknya surat An Nisa' hingga sampai pada ayat (yang artinya), 'Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).' (QS. An Nisa' ayat 41).

Beliau berkata, "Cukup."

Maka aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau dalam keadaan bercucuran air mata" (HR. Bukhari no. 4582 dan Muslim no. 800).

Dari hadist di atas, kita dapat mengambil hikmah bahwa manusia sempurna yang sudah dijamin masuk surga saja menangis karena mendengar ayat suci Al-Qur’an dibacakan. Sebagai muslim sudah semestinya kita mengikuti jejak beliau. Ketahuilah bahwa takut kepada Allah dan menangis saat membaca Al-Qur’an merupakan sifat yang terpuji. 

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah” (QS. Az Zumar: 23).

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfaal: 2).

Rasulullah SAW pun bersabda, "Sungguh Al-Qur’an ini turun dengan kesedihan, maka jika kalian membacanya, menangislah. Jika kalian tidak dapat menangis, maka berusahalah (paksa) untuk menangis” (HR. Ibnu Majah).

Jika kita tidak bisa menangis ketika membaca al Qur'an atau karena takut kepada Allah, maka hal tersebut menunjukkan kerasnya hati kita. 

Anehnya mereka yang tidak bisa menangis karena membaca al Qur'an atau takut kepada Allah justru bisa menangis ketika disakiti orang lain atau ketika kehilangan sesuatu, baik materi maupun orang yang disayangi. Bahkan ada yang bisa menangis karena patah hati ditinggal pacar. Sedangkan pacaran itu sendiri terlarang dalam Islam.

Oleh karena itu, agar bisa menangis ketika membaca Al-Qur’an renungilah dengan sungguh-sungguh makna yang terkandung di dalamnya agar ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca tersebut berpengaruh terhadap hati kita. Dengan menangis karena takut kepada murka dan siksa Allah merupakan ibadah yang bisa membuat kita benar-benar menjaga diri dari perbuatan maksiat dan dosa. 

Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam (jihad) di jalan Allah” (HR. Tirmidzi (1639), disahihkan Syaikh Al-Albani dalam Sahih Sunan At-Tirmidzi (1338).

         •┈┈┈┈• ❀ 💫⭐💫 ❀ •┈┈┈┈•

BOLEH DI-SHARE tanpa menambah, mengurangi, dan mengubah konten serta menghilangkan sumbernya.