Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diam


Diantara sifat yang agung dan mulia yang menunjukkan sempurnanya keimanan seseorang yang berpuasa adalah ketawadhu’an mereka serta ketinggian akhlak mereka, berupa hati dan lisan mereka yang lurus terhadap sesama saudara sesama muslim. Tidak ada kebencian atau kedengkian atau dendam dalam hati mereka.

Allah Ta'alaa berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
( QS. Al Hasyr: 10 ).

Buah dari lurusnya hati adalah salah satu buah dari ridha kepada takdir Allah, sungguh tidak terhitung dan tidak terhingga. Lurusnya hati adalah kebahagiaan di dunia, kelegaan dan ketenangan. Dan buahnya di akhirat adalah buah yang paling baik, harganya merupakan harga yang paling terbaik.

Maka untuk itu diamlah ketika di saat kita dipuji, sesungguhnya pujian itu adalah ujian untuk kita dan tenangkanlah diri kita di saat amarah ingin memuncak.

Sebab diam itu bisa menjadi emas, yang artinya ketawadhuan, sabar dan tidak lepas kendali, mudah mengontrol emosional dengan benar. Dan tahanlah amarah sesabar mungkin, jangan sampai hasad, iri dan dengki menyelimuti hati kita terhadap kesalahan orang lain, karena diam yang seperti ini bisa juga terjadi dan mengakibatkan malapetaka terhadap diri kita sendiri.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا

“Ya Allah, jadikanlah hati ini bertaqwa, dan bersihkanlah ia, sungguh Engkau sebaik-baiknya yang dapat membersihkan hati”

( HR. Muslim no. 2722, An Nasa’i no. 5460, Ahmad no. 19204 ).

Wallahu a'lam bishawab
Semoga Bermanfaat, Barakallaahu Fiiykum.

         •┈┈┈┈• ❀ 💫⭐💫 ❀ •┈┈┈┈•

BOLEH DI-SHARE tanpa menambah, mengurangi, dan mengubah konten serta menghilangkan sumbernya.